Contoh Studi Kelayakan Bisnis
Proyek: Pendirian Kedai Kopi "Kopi Cerita"
1. Latar Belakang
Meningkatnya tren konsumsi kopi di kalangan anak muda dan pekerja di kota X menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. "Kopi Cerita" akan didirikan dengan konsep cozy yang cocok untuk bekerja maupun bersantai.
2. Aspek Pasar dan Pemasaran
Target Pasar: Mahasiswa dan pekerja kantoran usia 18-35 tahun di sekitar lokasi.
Permintaan: Diperkirakan ada 1.000 orang target pasar yang beraktivitas di radius 1 km dari lokasi setiap harinya.
Pesaing: Terdapat 3 kedai kopi lain dalam radius 1 km, namun 2 di antaranya tidak memiliki fasilitas Wi-Fi yang memadai dan tempat yang nyaman untuk bekerja.
Strategi Pemasaran:
Produk: Kopi berkualitas dari biji kopi lokal, menu non-kopi, dan makanan ringan.
Harga: Rata-rata Rp 20.000 - Rp 35.000 per item.
Lokasi: Jalan Protokol dekat area kampus dan perkantoran.
Promosi: Media sosial (Instagram, TikTok), promo pembukaan, program loyalitas.
3. Aspek Teknis dan Operasional
Lokasi: Ruko 2 lantai di Jalan Merdeka No. 10, dekat dengan 2 universitas dan 3 gedung perkantoran.
Layout: Lantai 1 untuk area bar dan kasir serta beberapa meja. Lantai 2 untuk area duduk utama, area kerja, dan smoking area.
Peralatan: 1 unit mesin espresso, 2 unit grinder, peralatan manual brew, sistem kasir (POS), pendingin, dll.
Pemasok: Biji kopi dari roastery lokal, bahan baku lain dari pasar dan pemasok horeka.
4. Aspek Manajemen dan SDM
Struktur: 1 orang Manajer (sekaligus pemilik), 2 orang Barista full-time, 1 orang part-time untuk kebersihan dan bantuan dapur.
Jam Operasional: 08:00 - 23:00 WIB.
Sistem Gaji: Gaji pokok bulanan ditambah bonus target.
5. Aspek Finansial
Kebutuhan Investasi Awal:
Sewa ruko (2 tahun): Rp 100.000.000
Renovasi & Interior: Rp 60.000.000
Peralatan & Perlengkapan: Rp 80.000.000
Modal Kerja Awal (bahan baku, gaji): Rp 30.000.000
Total Investasi: Rp 270.000.000
Proyeksi Pendapatan (Asumsi Konservatif):
Rata-rata transaksi per pelanggan: Rp 30.000
Jumlah pelanggan per hari: 70 orang
Pendapatan Harian: 70 x Rp 30.000 = Rp 2.100.000
Pendapatan Bulanan: Rp 2.100.000 x 30 hari = Rp 63.000.000
Proyeksi Biaya Operasional Bulanan:
Bahan Baku (HPP 40%): Rp 25.200.000
Gaji Karyawan: Rp 10.000.000
Listrik, Air, Internet: Rp 3.000.000
Sewa (per bulan): Rp 4.170.000
Pemasaran & Lain-lain: Rp 2.000.000
Total Biaya Bulanan: Rp 44.370.000
Analisis Laba Rugi:
Laba Kotor Bulanan: Rp 63.000.000 - Rp 44.370.000 = Rp 18.630.000
Analisis Kelayakan:
Payback Period (PP): Rp 270.000.000 / Rp 18.630.000 = 14.5 bulan. Artinya, modal diperkirakan akan kembali dalam waktu kurang dari 1.5 tahun.
Break-Even Point (BEP) Penjualan:
Biaya Tetap: Rp 19.170.000 (Gaji + Sewa + Utilitas + Pemasaran)
Margin Kontribusi per unit: Rp 30.000 - (Rp 25.2jt / 2100 unit) = Rp 30.000 - Rp 12.000 = Rp 18.000
BEP Unit: Rp 19.170.000 / Rp 18.000 = 1.065 cup/bulan atau sekitar 36 cup/hari. (Sangat mungkin tercapai).
6. Aspek Hukum
Badan usaha berbentuk Perseorangan yang didaftarkan untuk mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha)melalui sistem OSS.
Mengurus Izin Usaha Restoran/Kafe dan NPWP.
7. Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan analisis di atas, pendirian kedai kopi "Kopi Cerita" dinilai LAYAK (FEASIBLE) untuk dijalankan. Proyeksi keuangan menunjukkan tingkat pengembalian modal yang cepat (kurang dari 2 tahun) dan titik impas yang rendah.
Rekomendasi:
Fokus pada diferensiasi melalui kualitas layanan dan kenyamanan tempat.
Melakukan promosi gencar di 3 bulan pertama untuk membangun basis pelanggan.
Komentar
Posting Komentar